Penyakit Kaki Gajah Filariasis

Penyakit kaki gajah filariasis adalah infeksi cacing nematode Wuchereria bancrofti yang mengalami perubahan siklus hidup (stadium seksual) dan menjadi dewasa di dalam kelenjar getah bening manusia sebagai pejamu definitive. Cacing betina akan memperoduksi microfilaria yang masuk ke dalam aliran darah perifer manusia pada malam hari (nocturnal periodicity) dengan konsentrasu tinggi pada jam antara 10.00- 2.00 pagi. Bentuk lain microfilaria dapat berada terus dalam aliran darah perifer manusida dalam konsetrasi tinggi pada siang hari (diurnal sub-periodicity). Penyakit ini endemis di daerah Pasifik Selatan temoat vector nyamuk mempunyai kebiasaan menggigit pada siang hari dan banyak berjangkit di daerah pedesaan dibandingkan didaerah perkotaan.

Penyakit Kaki Gajah Filariasis

Penyakit Kaki Gajah Filariasis

Penyakit Kaki Gajah

Bila penderita penyakit  kaki gajah filariasis ini digigit nyamuk dan nyamuk mengisap darahnya, maka microfilaria di dalam tubuh vector nyamuk akan mengalami multiplikasi dan nyamuk menjadi intermediate. Seandainya nyamuk infeksius ini menggigit orang lain,maka air liur nyamuk yang banyak mengandung microfilaria akan masuk ke dalam aliran darah tadi dan akan berubah menjadi cacing dewasa.

Pada saat mengisap darah manusia, air liur nyamuk yang mengandung plasmodium malaria dalam stadium gametosit masuik ke dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia, gamet betina dan jantan akan bersatu menghasilkan sprozoit dalam bentuk kista selama 8-10 hari. Nyamuk anopheles adalah pejamu definitive dan manusia adalah pejamu intermediate.  Pada orang yang sensitive, sporozoit akan masuk ke dalam sek hati atau hepatosit, berkembang menjadi skizon eksoeritrositik. Hepatosit akan pecah dan terjadi stadium aseksual (merozoit) di dalam darah biasanya selama 6-11  hari dan kemudian berubah menjadi gametosit setelah 3-14 hari, tergantung dari spesies parasit malaria.

Penyakit Malaria juga dapat ditularkan melalui transfuse darah donor dari orang yang infektif atau peralatan suntik yang bekas dipakai oleh orang yang infekstif. Pada penyakit demam berdarah dengue (DBD) tidak terjadi siklus perubahan hidup namun hanya terjadi multiplikasi virus DBD dalam tubuh nyamuk. Aedes  Aegypti sebagai penjamu intermediate atau karier untuk menularkan kepada orang lain.

Berdasarkan ketika siklus hidup diatas terdapat perbedaan dalam cara pencegahan penularan masing-masing penyakit tersebut kepada orang lain. Pada penyakit kaki gajah filariasis, pencegahan dilakukan dengan cara case finding dan pengobatan yang adekuat. Pada penyakit malaria, dilakukan tindakan profilaksis atau pemberian obat-obatan malaria terutama pada daerah endemis. Sedangkan pada penyakit demam berdarah dengue, dilakukan isolasi penderita selain usaha-usaha lain seperti pengendalian vector.

Pemutusan rantai penulran atau cara penularan arthropod –borne disease dapat dilakukan dengan mempelajari cara penularan penyakit yang ada, seperti penyakit kaki gajah atau filariasis melalui cara case finding yaitu mencari pencerita penyakit filariasis dan mengobatinya sampai sembuh, karena transmisi biologic yang terjadi berupa cyclo-developmental-parasit filarial berkembang biak dalam tubuh   manusia bukan dalam tubuh vector nyamuk culex. Sebaliknya pada penyakit malaria, karena transmisi biologic yang terjadi berupa nyamuk cyclo-propagative-parasit malaria berkembang biak dalam tubuh vector nyamuk anopeheles-pemutusan rantai penularan dilakukan dengan cara manipulasi lingkungan agar populasi nyamuk anopheles berkurang.

 Penanganan Penyakit Kaki Gajah

Tujuan utama yang dilakukan pada penanganan dan pengobatan penyakit kaki gajah filariasis adalah dengan membasmi dan membunuh parasit serta larva yang berkembang biak di dalam tubuh si penderita, sehingga tingkat dari penularan penyakit kaki gajah filariasis bisa dengan mudah ditekan dan juga potensinya bisa dikurangi. Penggunaan dari obat kaki gajah jenis Dietylkarbamasin atau DEC adalah salah satu jenis obat kaki gajah yang sangat baik dan sangat ampuh untuk jenis penyakit kaki gajah bancrofti atau juga malayu, yang sifatanya adalah makrofilarisidial dan jga mikrofilrasidial. Obat ini juga tergolong bisa membantu memberikan reaksi efek samping dari sistemik dan juga lokal yang sifatnya hanya sementara dan lebih mudah diatasi dengan pemberian obat asimptomatik. DEC tidak bisa dipakai untuk jenis khemoprofilaksis. Pada pengobatan penyakit kaki gajah berbeda dengan penyakit malaria dan juga demam berdarah. Pengobatan yang diberikan dengan cara oral sesudah makan malam, akan bisa diserap lebih cepat, untuk bisa mendapatkan konsentrasi puncak di dalam darah paling tidak selama 3 jam, dan kemudian diekskresikan lewat air kemih. DEC sebaiknya tidak dberikan untuk anak yang berusia dibawah 2 tahun, untuk ibu hamil dan menyusui dan juga untuk penderita sakit berat yang sedang dalam keadaan kondisi lemah. Namun untuk kasus penyakit kaki gajah dengan tingkatan yang lebih parah atau mengalami suatu pembesaran atau pembengkakan karena tidak bisa terdeteksi secara ini, selain pemberian dari jenis obat-obatan, maka dibutuhkan juga langkah tindakan operasi atau pembedahan.

Untuk penderita penyakit kaki gajah, sangat dituntut sekali untuk memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala penyakit kaki gajah. Hal ini untuk mendapatkan pemeriksaan secara dini dan mendapatkan penanganan lebih lanjut mengenai obat-obatan sehingga tidak akan menyebarkan penularan kepada orang lain lago. Untuk itulah sangat pentingnya suatu pemahaman mengenai penyakit kaki gajah filariasis pada penderita dan pada masyarakat sekitarnya. Pemberantasan dari nyamuk yang dilakukan pada masing-masing wilayah endemis sangat penting untuk dilakukan dalam membantu memutus rantai dari penularan jenis penyakit ini. Dengen menjaga kebersihan lingkungan dan memelihara kesehatan tubuh merupakan salah satu hal yang penting untuk bisa mencegah terjadinya suatu perkembangan pada nyamuk.

Penyakit Kaki Gajah Filariasis


=====================================

>>> Jeli Gamat Luxor Untuk Mengatasi Penyakit Kaki Gajah dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Kaki Gajah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *