Siklus Perkembangan Kaki Gajah

Siklus Perkembangan Kaki Gajah – Filariasis limfatik atau lebih dikenal dengan nama penyakit kaki gajah, adalah penyakit yang menyakitkan. Sementara infeksi biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, manifestasi munculnya penyakit dapat terjadi di kemudian hari, menyebabkan cacat sementara atau permanen.

Penyakit Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah ini disebabkan oleh tiga spesies cacing nematoda yang berbentuk seperti benang, dikenal sebagai cacing filarial, yaitu :

  • Wuchereria bancroffi
  • Brugia malayi
  • Brugio timori

Cacing jantan dan betina bersama-sama membetuk “jaring” dalam sistem limfatik tubuh manusia, simpul jaringan yang mengatur keseimbangan cairan darah dan jaringan tubuh yang rumit. Sistem limfatik adalah komponen penting dari sistem imun tubuh.

Infeksi cacing filarial bisa menyebabkan berbagai manifestasi klinis, termasuk pembengkakan pada tungkai kaki, penyakit kelamin (hydrocele, chylocele dan pembengkakan pada buah zakar dan penis) dan berulangnya serangan akut, yang sangat menyakitkan dan disertai dengan demam.

Siklus Perkembangan Kaki Gajah

Siklus Perkembangan Kaki Gajah

Sebagian besar orang yang terinfeksi penyakit kaki gajah tidak mengalami gejala penyakit, tetapi sebenarnya mereka mengalami kerusakan limfatik subklinis dan sebanyak 40% dari mereka mengalami kerusakan sakit ginjal, dengan proteinuria dan haematuria.

Cacing filarial ditularkan dari nyamuk. Ketika nyamuk yang terinfeksi oleh sejumlah larva menggigit manusia, parasit yang ada akan menempel di kulit manusia, dimana parasit masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Larva-larva tersebut berpindah ke jaringan limfatik dan berkembang menjadi cacing dalam waktu 6 – 12 bulan, menyebabkan kerusakan dan pelebaran pembuluh limfatik.

Perkembangan Penyakit Kaki Gajah

Siklus Perkembangan Kaki Gajah dengan Filaria dewasa hidup selama beberapa tahun dalam  tubuh manusia. Selama masa itu, mereka memproduksi jutaan mikrofilaria yang belum dewasa dan beredar dalam aliran darah perifer dan ditelan oleh nyamuk yang menggigit manusia yang terinfeksi. Larva-larva tersebut selanjutnya berkembang di dalam tubuh nyamuk sebelum menjadi infeksi ke manusia. Demikianlah siklus transmisi terbentuk.

Tubuh manusia adalah rumah bagi Wuchereria bancroffi. Walaupun bibit tertentu dari Brugia malayi dapat juga menginfeksi beberapa spesies binatang (kucing dan monyet), siklus hidup Brugia malayi dalam tubuh binatang-binatang tersebut biasanya secara epidemiologi tetap berbeda daripada di dalam manusia.

Penularan Kaki Gajah

Perantara utama dari Wuchereria bancroffi adalah nyamuk genus Culex, Anopheles dan Aedes.

Perkembangan filariasis limfatik pada manusia biasanya diperoleh pada anak usia dini, penyakit ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk muncul. Memang, banyak orang tidak pernah mengalami manifestasi klinis dari infeksi mereka. Infeksi penyakit kaki gajah yang tidak terlihat seringkali mencirikan adanya ribuan atau jutaan larva parasit (mikrofilaria) di dalam darah dan cacing dewasa di dalam sistem limfatik.

Gejala akibat Siklus Perkembangan Kaki Gajah yang paling parah dari penyakit kronis biasanya muncul pada orang dewasa, dan lebih banyak pria dibandingkan wanita. Pada kebanyakan orang yang terkena wabah, sekitar 10 – 50% pria menderita kerusakan genital, terutama hydrocele (pembesaran kantung di sekitar testis yang berisi cairan) dan pembesaran bruto dari penis dan buah zakar. Pembesaran pada keseluruhan kaki atau tangan, kemaluan dan payudara dapat terjadi pada sampai 10% pria dan wanita dalam kelompok ini.

Siklus Perkembangan Kaki Gajah Tahap akut dapat terjadi sepert radang lokal di kulit, kelenjar getah bening dan jaringan limfatik dan sering disertai oleh pembengkakan kronis atau kaki gajah. Beberapa dari tahap ini disebabkan oleh respon imunitas tubuh terhadap parasit, namun kebanyakan adalah hasil dari infeksi bakteri pada kulit, terkait dengan kehilangan sebagian perlawanan normal tubuh sebagai hasil dari kerusakan jaringan limfatik. Pembersihan hati-hati pada area yang terluka akan sangat membantu dalam penyembuhan area yang terinfeksi dan dapat memperlambat, atau yang lebih hebat, menyembuhkan kerusakan yang telah terjadi.

Pada daerah yang terkena wabah, manifestasi kronis dan akut dari filariasis cenderung berkembang lebih sering dan lebih cepat pada pendatang baru daripada penduduk lokal. Pembengkakan dapat terjadi dalam waktu 6 bulan dan kaki gajah dapat terjadi dalam waktu 1 tahun setelah kedatangan.

Cara Mengobati Kaki Gajah

Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah seseorang telah terkena penyakit kaki gajah adalah dengan cara screening pemeriksaan darah lewat ujung jari. Penanganan lebih awal terhadap penyakit kaki gajah memiliki tujuan untuk membasmi larva atau parasit pada tubuh penderita sehingga tidak akan menular kepada orang lain. Dengan begitu, angka kecacatan akibat penyakit kaki gajah kronis bisa ditekan. Maka diperlukan pemberian obat cacing seperti albendazole, obat kaki gajah DEC, dan invermektin.

1. Pengobatan Masal

Pengobatan ini dilakukan di daerah endemis (mf rate > 1%) dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombilansikan dengan Albendazole sekali setahun selama 5 tahun berturut-turut. Untuk mencegah reaksi pengobatan seperti demam atau pusing dapat diberikan Pracetamol.

Pengobatan massal diikuti oleh seluruh penduduk yang berusia 2 tahun ke atas, yang ditunda selain usia ≤ 2 tahun, wanita hamil, ibu menyusui dan mereka yang menderita penyakit berat.

2. Pengobatan Selektif

Dilakukan kepada orang yang mengidap mikrofilaria serta anggota keluarga yang tinggal serumah dan berdekatan dengan penderita di daerah dengan hasil survey mikrofilaria < 1% (non endemis)

3. Pengobatan Individual (Penderita Kronis)

Semua kasus klinis diberikan obat DEC 100 mg, 3x sehari selama 10 hari sebagai pengobatan individual serta dilakukan perawatan terhadap bagian organ tubuh yang bengkak

Siklus Perkembangan Kaki Gajah


=====================================

>>> Jeli Gamat Luxor Untuk Mengatasi Penyakit Kaki Gajah dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Kaki Gajah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *