Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah – Penyakit kaki gajah atau dalam istilah medis disebut elephantiasis. Penyakit ini merupakan salah satu di antara sejumlah penyakit yang tergolong satu spektrum penyakit yang disebut filariasis. Adapun filariasis tidak hanya menyerang manusia melainkan juga hewan. Filariasis disebabkan oleh cacing nematoda golongan filaria.

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Jenis Penyakit Kaki Gajah

Beberapa spesies filaria yang ternama di Indonesia adalah :

  • Wuchereria bancrofti
  • Brugia malayi
  • Brugia timori

Cacing Wuchereria bancrofti dapat menyebabkan penyakit kaki gajah karena sifatnya yang dapat mengganggu peredaran getah bening. Sedangkan Brugia malayi dan Brugia timori tidak.

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Berikut ini merupakan gejala dan Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah yang patut untuk diketahui:

  1. Penyakit kaki gajah tidak ditandai dengan Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah yang signifikan sehingga seseorang yang menderita penyakit kaki gajah tidak merasakan sakit dan tidak ada keluhan apapun. Penyakit kaki gajah bisa ditularkan kepada tubuh orang lain
  2. Jika peradangan terjadi dan menyebabkan gejala infeksi akut maka penderita akan mengalami demam mendadak, bengkak, nyeri dan peradangan pada kelenjar getah bening.
  3. Jika sudah terjadi infeksi kronis maka akan terjadi pembengkakan pada kaki dan tangan karena adanya penyumbatan limfa. Pada wanita bahkan bisa terjadi pembengkakan di daerah payudara ketika yang mengalami penyumbatan adalah kelenjar limfa di ketiak.

Sejak awal mula seseorang terinfeksi oleh penyakit cacing filaria penyebab penyakit kaki gajah hingga menimbulkan gejala yang ditandai dengan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, dan selain itu juga dibutuhkan waktu sampai 5-10 tahun sedangkan umur dari cacing itu sendiri paling lama adalah hanya 10 tahun saha. Namun orang yang sebenarnya suadah terserang penyakit kaki gajah biasanya mereka lupa memeriksa diri mereka karena mereka hanya merasakan tanda-tanda penyakit kaki gajah yang ringan, misalnya hanya seperti demam 3-5 hari saja. Kemudian dengan sendirinya demam ini akan hilang jika si penderita beristirahat dengan cukup namun biasanya akan muncul lagi jika ia melakukan aktivitas yang keras dan berlebihan.

Penularan Kaki Gajah

Penyebaran dari penyakit kaki gajah ini hingga saat ini masih tetap berlangsung. Dalam data WHO tercatat penyakit kaki gajah sebagai salah satu jenis penyakit yang menjadi penyebab nomor dua di dunia setelah penyakit kelainan mental. Oleh karena itulah, sebagai Badan Kesehatan Dunia, WHO mempunyai peran dalam memberantasa dan membinasakan penyakit ini. WHO menetapkan tenggang waktu sampai 2020 untuk bisa memberantas penyakit kaki gajah. Di negara kita sendiri, negara yang menyepakati suatu kesepakatan tadi dan bisa menetapkan suatu eliminasi filariasis penyakit kaki gajah sebagai salah satu program prioritas dalam memberantas penyakit menular di Indonesia.

Untuk bisa mencapai suatu tujuan tadi, maka perlu melakukan suatu pendekatan secara epidemiologik yang harus selalu dipahami hingga program ini bisa mencapai suatu kebershasilan, yang mencakup suatu pengetahuan mengenai penyebab dari penyakitnya, manusia yang beresiko mengalami penyakit, beberapa hewan, vektor, dan lingkungan juga yang sesuai dengan bertahannya suatu penyakit, rantai dari penularan serta situasi atau kondisi dari penyakit kaki gajah yang ada di negara kita.

Jika seseorang terinfeksi penyakit kaki gajah, maka biasanya akan ditemukan suatu tanda-tanda penyakit kaki gajah secara klinis, dan diagnosis ini biasanya dilakukan dengan cara melakukan suatu pemeriksaan darah jari yang dilakukan pada waktu jam 20.00 malam, karena siklus hidup dari cacing ini biasanya akan keluar di malam hari disaat pembuluh darah dan juga pembuluh darah kelenjar getah bening. Seseorang biasanya dinyatakan positif menderita penyakit kaki gajah di dalam darahnya ditemukan suatu mikrofilaria.

Pencegahan Penyakit Kaki Gajah

Virus penyebab penyakit kaki gajah ini adalah jenis nyamuk rumah, nyamul got, hutan, serta nyamuk rawa-rawa. Oleh sebab itulah, jika Anda ingin terhindar dari penyakit ini maka sangat diharapkan sekali kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan rumahnya. Jika bisa, pasanglah kelambu di tempat tidur Anda agar tidak tergigit oleh nyamuk.

Pencegahan penyakit kaki gajah yang bisa dilakukan adalah :

  1. Berusaha untuk menghindari diri dari serangan gigitan nyamuk penular
  2. Membersihkan tanaman air yang ada pada rawa-rawa yang merupakan salah satu tempat perindukan nyamuk, kemudian menimbun, mengeringkan serta mengalirkan air genangan tadi sebagai salah satu tempat untuk perindukan nyamuk.
  3. Membersihkan semak-semak yang ada di sekitar rumah.

Untuk penderita penyakit kaki gajah, maka sangat diharapkan selali kesadaran mereka dalam melakukan suatu pemeriksaan ke dokter dan bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut dengan pemberian obat kaki gajah sehingga tidak akan menyebabkan terjadinya suatu penularan pada masyarakat yang lain. Untuk itulah, sangat diperlukan pendidikan dan juga pengenalan pada penyakit untuk si penderita serta pada masyarakat sekitar.

Pemberantasan nyamuk merupakan salah satu langkah yang sangat penting untuk bisa memutus mata rantai dari terjadinya penularan penyakit kaki gajah. Selain itu, manfaatnya adalah untuk mencegah terjadinya penyakit demam berdarah dan juga penyakit malaria yang diakibatkan karena infeksi gigitan nyamuk. Dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu hal yang sangat penting untuk mencegah dari terjadinya perkembangan nyamuk.

Itulah informasi mengenai penyakit kaki gajah, tanda-tanda penyakit kaki gajah, dan cara pencegahan penyakit kaki gajah. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah


=====================================

>>> Jeli Gamat Luxor Untuk Mengatasi Penyakit Kaki Gajah dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Kaki Gajah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>