Penyakit Kaki Gajah Atau Filariasis

Penyakit kaki gajah adalah penyakit yang ditandai dengan gejala sepert menggelembungnya bagian badan yang terjadi secara perlahan-lahan misalnya seperti karet dan menyebabkan kaki terlihat seperti kaki gajah. Penyakit ini disebabkan karena sejenis cacing benang putih yang ditularkan melalui nyamuk. Penyakit kaki gajah atau filariasis ini dilakkan dengan tujuan untuk menangani secara dini terjadinya penyakit kaki gajah dengan membunuh terlebih dahulu larva dan parasit yang sudah berkembang di dalam tubuh penderita.

kaki gajah 1

Pencegahan penyakit kaki gajah atau filarasis dengan memeriksakan ke dokter dan dengan melakukan penanganannya melalui pemberian obat-obatan sehingga penularan tidak terjadi pada orang lain. Perlunya pemahaman masyarakat tentang penyakit kaki gajah secara meluas merupakan salah satu hal yang efektif yang bisa dilakukan untuk menekan terjadinya penularan penyakit kaki gajah.

Penyakit kaki gajah atau filarasis memang bukanlah penyakit yang mematikan. Namun penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang memalukan karena gejala yang ditunjukkan dari penyakit kaki gajah ini adalah pembesaran pada kaki misalnya yang terserang.

Biasanya mereka yang terserang penyakit kaki gajah ini akan dialami diusia anak-anak dan perlu waktu alam untuk berkembangnya penyakit ini. Biasanya seseorang yang terserang penyakit  kaki gajah atau filariasis ini akan menular jika seseorang digigit nyamuk yang sudah terinfeksi. Namun nyamuk yang sudah terinfeksi ini adalah nyamuk yang sudah mengandung larva yang stdiumnya adalah III (L3). Namuk ini mendapatkan cacing filarial yang kecil ata microfilaria saat menghisap darah si penderita yang sudah mengandung microfilaria atauu juga binatang yang reservoir yang mengandung mikrofilaaria juga.

Siklus dari terjadinya penularan penyakit kaki gajah atau filariasis ini bisa terjadi melalui dua tahap, yakni tahap perkembangan di dalam tubuh nyamuk atau vector dan juga tahap keduanya adalah perkembangan yang terjadi di dalam tuh manusia atauu hospes dan juga reservoir.

Cara pencegahan penularan bisa Anda lakukan juga dengan menghindari terjadinya gigitan nyamuk atau vector yang bisa menyebabkan penyakit ini muncul. Pencegahannya adalah dengan tidur dalam keadaan ventilasi rumah yang tertutup dengan kasa, penggunaan obat nyamuk, dan juga mengoleskan obat antinyamuk ke tubuh.

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kaki Gajah Filariasis

Penyakit kaki gajah filariasis adalah infeksi cacing nematode Wuchereria bancrofti yang mengalami perubahan siklus hidup (stadium seksual) dan menjadi dewasa di dalam kelenjar getah bening manusia sebagai pejamu definitive. Cacing betina akan memperoduksi microfilaria yang masuk ke dalam aliran darah perifer manusia pada malam hari (nocturnal periodicity) dengan konsentrasu tinggi pada jam antara 10.00- 2.00 pagi. Bentuk lain microfilaria dapat berada terus dalam aliran darah perifer manusida dalam konsetrasi tinggi pada siang hari (diurnal sub-periodicity). Penyakit ini endemis di daerah Pasifik Selatan temoat vector nyamuk mempunyai kebiasaan menggigit pada siang hari dan banyak berjangkit di daerah pedesaan dibandingkan didaerah perkotaan.

Bila penderita penyakit  kaki gajah filariasis ini digigit nyamuk dan nyamuk mengisap darahnya, maka microfilaria di dalam tubuh vector nyamuk akan mengalami multiplikasi dan nyamuk menjadi intermediate. Seandainya nyamuk infeksius ini menggigit orang lain,maka air liur nyamuk yang banyak mengandung microfilaria akan masuk ke dalam aliran darah tadi dan akan berubah menjadi cacing dewasa.

kaki gajah 1

Pada saat mengisap darah manusia, air liur nyamuk yang mengandung plasmodium malaria dalam stadium gametosit masuik ke dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia, gamet betina dan jantan akan bersatu menghasilkan sprozoit dalam bentuk kista selama 8-10 hari. Nyamuk anopheles adalah pejamu definitive dan manusia adalah pejamu intermediate.  Pada orang yang sensitive, sporozoit akan masuk ke dalam sek hati atau hepatosit, berkembang menjadi skizon eksoeritrositik. Hepatosit akan pecah dan terjadi stadium aseksual (merozoit) di dalam darah biasanya selama 6-11  hari dan kemudian berubah menjadi gametosit setelah 3-14 hari, tergantung dari spesies parasit malaria.

Malaria juga dapat ditularkan melalui transfuse darah donodr dari orang yang infektif atau peralatan suntik yang bekas dipakai oleh orang yang infekstif. Pada penyakit demam berdaqrah dengue (DBD) tidak terjadi siklus perubahan hidup namun hanya terjadi multiplikasi virus DBD dalam tubuh nyamuk. Aedes  Aegypti sebagai penjamu intermediate atau karier untuk menularkan kepada orang lain.

Berdasarkan ketidak siklus hidup diatas terdapat perbedaan dalam cara pencegahan penularan masing-masing penyakit tersebut kepada orang lain. Pada penyakit kaki gajah filariasis, pencegahan dilakukan dengan cara case finding dan pengobatan yang adekuat. Pada penyakit malaria, dilakukan tindakan profilaksis atau pemberian obat-obatan malaria terutama pada daerah endemis. Sedangkan pada penyakit demam berdarah dengue, dilakukan isolasi penderita selain usaha-usaha lain seperti pengendalian vector.

Pemutusan rantai penulran atau cara penularan arthropod –borne disease dapat dilakukan dengan mempelajari cara penularan penyakit yang ada, seperti penyakit kaki gajah atau filariasis melalui cara case finding yaitu mencari pencerita penyakit filariasis dan mengobatinya sampai sembuh, karena transmisi biologic yang terjadi berupa cyclo-developmental-parasit filarial berkembang biak dalam tubuh   manusia bukan dalam tubuh vector nyamuk culex. Sebaliknya pada penyakit malaria, karena transmisi biologic yang terjadi berupa nyamuk cyclo-propagative-parasit malaria berkembang biak dalam tubuh vector nyamuk anopeheles-pemutusan rantai penularan dilakukan dengan cara manipulasi lingkungan agar populasi nyamuk anopheles berkurang.

 

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah

Filariasis atau yang biasa disebut dengan penyakit kaki gajah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, atau Brugia timori yang ditularkan memlaui gigitan nyamuk.

Proses penularan penyakit filaria ini dimulai saat nyamuk menggigit dan menghisap darah orang yang mengandung mikrofilaria. Mikrofilaria tersebut masuk ke dalam paskan pembungkus tubuh nyamuk, kemudian menembus dinding lambung, dan bersarang di antara otot dada. Bentuk mikrofilaria menyerupai sosis yang disebut larva stadium I. Dalam waktu sekitar satu minggu, larva ini berganti kulit. Tubuh menjadi gemuk dan panjang yang disebut larva stadium II. Pada hari ke-10 dan seterusnya, larva berganti kulit untuk kedua kalinya sehingga tubuh menjadi panjang dan kurus. Ini adalah larva stadium III. Gerak larva stadium III ini sangat aktif sehingga larva mulai berpindah. Berawal dari rongga perut (abdomen) yang kemudian pindah ke kepala dan alat tusuk nyamuk.

Mikrofilaria stadium III inilah yang merupakan bentuk infektif dan dapat masuk menembus kulit ke dalam tubuh manusia saat nyamuk menggigit seseorang. Dari tempat masuknya, mikrofilaria akan langsung menuju ke kelenjar limfa lokal di sekitar tempat masuknya. Di dalam pembuluh limfa inilah, sekitar kurang lebih sembilan bulan, larva mengalami dua kali pergantian kulit dan tubuh menjadi cacing dewasa yang disebut larva stadium IV dan larva stadium V.

Cacing filaria yang sudah dewasa berada di pembuluh limfa, sehingga menyumbat pembuluh limfa dan dapat menyebabkan penyumbatan aliran limfa (obstruksi). Yang sering terinfeksi itu biasanya kelenjar limfa di daerah lipat paha (selangkangan). Dan sumbatan aliran limfa dapat ditemukan di kedua atau salah satu kaki. Tapi dapat pula terjadi infeksi dan sumbatan pada kelenjar limfa di tempat lain, sehingga tak menutup kemungkinan di kedua tangan pun bisa terjadi.

Penyakit filariasis atau kaki gajah ini merupakan penyakit menahun atau kronis. Cacing dewasa dapat bertahan sampai lebih dari 10 tahun dalam tubuh manusia, di mana pada saat itu mikrofilaria terus menerus terbentuk. Parasit filaria betina dapat menghasilkan lebih dari 10.000 mikrofilaria per hari yang masuk ke dalam pembuluh darah dan siap untuk dihisap oleh nyamuk seperti Aedes, Mansonia, Anopheles, dan Culex.

Gejala-Gejala Penyakit Kaki Gajah

Siapa pun bisa terkena penyakit kronis ini. Setelah terinfeksi mikrofilaria akibat gigitan nyamuk, terdapat tiga kondisi yang mungkin terjadi, yaitu :

1. Tidak ada gejala (asimtomatik). Orang tidak merasa sakit. Tidak ada keluhan apa pun, tapi bisa menularkan mikrofilaria di tubuhnya ke tubuh orang lain.

2. Jika terjadi gejala infeksi akut akibat peradangan. Jadi, ada demam mendadak, nyeri, bengkak, tanda peradangan pada kelenjar limfe.

3. Bentuk infeksi kronis yang banyak ditemukan di masyarakat, yaitu adanya penyumbatan limfa yang dapat menyebabkan pembengkakan di daerah kaki, juga tangan (bila kelenjar limfe di daerah ketiak terkena, sehingga pada wanita dapat pula menyebabkan pembengkakan di payudara). Pada laki-laki, selain pada kaki, daerah genital juga dapat terkena, sehingga terjadi pembengkakan di daerah scrotum (zakar).

Tapi dari ketiga proses tersebut, kondisi pertama paling berbahaya karena tidak memiliki gejala, sehingga orang yang terkena tidak mencari pengobatan, padahal saat itu proses penularan kepada orang lain yang sehat bisa terjadi.

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Siklus Perkembangan Kaki Gajah

Filariasis limfatik atau lebih dikenal dengan nama penyakit kaki gajah, adalah penyakit yang menyakitkan. Sementara infeksi biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, manifestasi munculnya penyakit dapat terjadi di kemudian hari, menyebabkan cacat sementara atau permanen.

Penyakit ini disebabkan oleh tiga spesies cacing nematoda yang berbentuk seperti benang, dikenal sebagai cacing filarial, yaitu :

- Wuchereria bancroffi
- Brugia malayi
- Brugio timori

Cacing jantan dan betina bersama-sama membetuk “jaring” dalam sistem limfatik tubuh manusia, simpul jaringan yang mengatur keseimbangan cairan darah dan jaringan tubuh yang rumit. Sistem limfatik adalah komponen penting dari sistem imun tubuh.

Infeksi cacing filarial bisa menyebabkan berbagai manifestasi klinis, termasuk pembengkakan pada tungkai kaki, penyakit kelamin (hydrocele, chylocele dan pembengkakan pada buah zakar dan penis) dan berulangnya serangan akut, yang sangat menyakitkan dan disertai dengan demam.

Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala penyakit, tetapi sebenarnya mereka mengalami kerusakan limfatik subklinis dan sebanyak 40% dari mereka mengalami kerusakan ginjal, dengan proteinuria dan haematuria.

Cacing filarial ditularkan dari nyamuk. Ketika nyamuk yang terinfeksi oleh sejumlah larva menggigit manusia, parasit yang ada akan menempel di kulit manusia, dimana parasit masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Larva-larva tersebut berpindah ke jaringan limfatik dan berkembang menjadi cacing dalam waktu 6 – 12 bulan, menyebabkan kerusakan dan pelebaran pembuluh limfatik.

Filaria dewasa hidup selama beberapa tahun dalam  tubuh manusia. Selama masa itu, mereka memproduksi jutaan mikrofilaria yang belum dewasa dan beredar dalam aliran darah perifer dan ditelan oleh nyamuk yang menggigit manusia yang terinfeksi. Larva-larva tersebut selanjutnya berkembang di dalam tubuh nyamuk sebelum menjadi infeksi ke manusia. Demikianlah siklus transmisi terbentuk.

Tubuh manusia adalah rumah bagi Wuchereria bancroffi. Walaupun bibit tertentu dari Brugia malayi dapat juga menginfeksi beberapa spesies binatang (kucing dan monyet), siklus hidup Brugia malayi dalam tubuh binatang-binatang tersebut biasanya secara epidemiologi tetap berbeda daripada di dalam manusia.

Perantara utama dari Wuchereria bancroffi adalah nyamuk genus Culex, Anopheles dan Aedes.

Perkembangan filariasis limfatik pada manusia biasanya diperoleh pada anak usia dini, penyakit ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk muncul. Memang, banyak orang tidak pernah mengalami manifestasi klinis dari infeksi mereka.

Infeksi yang tidak terlihat seringkali mencirikan adanya ribuan atau jutaan larva parasit (mikrofilaria) di dalam darah dan cacing dewasa di dalam sistem limfatik.

Gejala yang paling parah dari penyakit kronis biasanya muncul pada orang dewasa, dan lebih banyak pria dibandingkan wanita. Pada kebanyakan orang yang terkena wabah, sekitar 10 – 50% pria menderita kerusakan genital, terutama hydrocele (pembesaran kantung di sekitar testis yang berisi cairan) dan pembesaran bruto dari penis dan buah zakar. Pembesaran pada keseluruhan kaki atau tangan, kemaluan dan payudara dapat terjadi pada sampai 10% pria dan wanita dalam kelompok ini.

Tahap akut dapat terjadi sepert radang lokal di kulit, kelenjar getah bening dan jaringan limfatik dan sering disertai oleh pembengkakan kronis atau kaki gajah. Beberapa dari tahap ini disebabkan oleh respon imunitas tubuh terhadap parasit, namun kebanyakan adalah hasil dari infeksi bakteri pada kulit, terkait dengan kehilangan sebagian perlawanan normal tubuh sebagai hasil dari kerusakan jaringan limfatik.

Pembersihan hati-hati pada area yang terluka akan sangat membantu dalam penyembuhan area yang terinfeksi dan dapat memperlambat, atau yang lebih hebat, menyembuhkan kerusakan yang telah terjadi.

Pada daerah yang terkena wabah, manifestasi kronis dan akut dari filariasis cenderung berkembang lebih sering dan lebih cepat pada pendatang baru daripada penduduk lokal. Pembengkakan dapat terjadi dalam waktu 6 bulan dan kaki gajah dapat terjadi dalam waktu 1 tahun setelah kedatangan.

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah atau dalam istilah medis disebut elephantiasis. Penyakit ini merupakan salah satu di antara sejumlah penyakit yang tergolong satu spektrum penyakit yang disebut filariasis. Adapun filariasis tidak hanya menyerang manusia melainkan juga hewan. Filariasis disebabkan oleh cacing nematoda golongan filaria.

Beberapa spesies filaria yang ternama di Indonesia adalah :

- Wuchereria bancrofti
- Brugia malayi
- Brugia timori

Cacing Wuchereria bancrofti dapat menyebabkan penyakit kaki gajah karena sifatnya yang dapat mengganggu peredaran getah bening. Sedangkan Brugia malayi dan Brugia timori tidak.

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Berikut ini merupakan gejala penyakit kaki gajah yang patut untuk diketahui :

1. Penyakit kaki gajah tidak ditandai dengan gejala yang signifikan sehingga seseorang yang menderita penyakit kaki gajah tidak merasakan sakit dan tidak ada keluhan apapun. Penyakit kaki gajah bisa ditularkan kepada tubuh orang lain

2. Jika peradangan terjadi dan menyebabkan gejala infeksi akut maka penderita akan mengalami demam mendadak, bengkak, nyeri dan peradangan pada kelenjar limfe

3. Jika sudah terjadi infeksi kronis maka akan terjadi pembengkakan pada kaki dan tangan karena adanya penyumbatan limfa. Pada wanita bahkan bisa terjadi pembengkakan di daerah payudara ketika yang mengalami penyumbatan adalah kelenjar limfa di ketiak.

Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah seseorang telah terkena penyakit kaki gajah adalah dengan cara screening pemeriksaan darah lewat ujung jari. Penanganan lebih awal terhadap penyakit kaki gajah memiliki tujuan untuk membasmi larva atau parasit pada tubuh penderita sehingga tidak akan menular kepada orang lain. Dengan begitu, angka kecacatan akibat penyakit kaki gajah kronis bisa ditekan. Maka diperlukan pemberian obat cacing seperti albendazole, DEC, dan invermektin.

Cara Mengobati Kaki Gajah

1. Pengobatan Masal

Pengobatan ini dilakukan di daerah endemis (mf rate > 1%) dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombilansikan dengan Albendazole sekali setahun selama 5 tahun berturut-turut. Untuk mencegah reaksi pengobatan seperti demam atau pusing dapat diberikan Pracetamol.

Pengobatan massal diikuti oleh seluruh penduduk yang berusia 2 tahun ke atas, yang ditunda selain usia ≤ 2 tahun, wanita hamil, ibu menyusui dan mereka yang menderita penyakit berat.

2. Pengobatan Selektif

Dilakukan kepada orang yang mengidap mikrofilaria serta anggota keluarga yang tinggal serumah dan berdekatan dengan penderita di daerah dengan hasil survey mikrofilaria < 1% (non endemis)

3. Pengobatan Individual (Penderita Kronis)

Semua kasus klinis diberikan obat DEC 100 mg, 3x sehari selama 10 hari sebagai pengobatan individual serta dilakukan perawatan terhadap bagian organ tubuh yang bengkak

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment