Penyakit Kaki Gajah Atau Filariasis

Penyakit Kaki Gajah Atau Filariasis – Penyakit kaki gajah adalah penyakit yang ditandai dengan gejala sepert menggelembungnya bagian badan yang terjadi secara perlahan-lahan misalnya seperti karet dan menyebabkan kaki terlihat seperti kaki gajah. Penyakit ini disebabkan karena sejenis cacing benang putih yang ditularkan melalui nyamuk. Penyakit kaki gajah atau filariasis ini dilakkan dengan tujuan untuk menangani secara dini terjadinya penyakit kaki gajah dengan membunuh terlebih dahulu larva dan parasit yang sudah berkembang di dalam tubuh penderita.

Penyakit Kaki Gajah Atau Filariasis

Penyakit Kaki Gajah Atau Filariasis

 Penyakit Kaki Gajah

Pencegahan penyakit kaki gajah atau filarasis dengan memeriksakan ke dokter dan dengan melakukan penanganannya melalui pemberian obat-obatan sehingga penularan tidak terjadi pada orang lain. Perlunya pemahaman masyarakat tentang penyakit kaki gajah secara meluas merupakan salah satu hal yang efektif yang bisa dilakukan untuk menekan terjadinya penularan penyakit kaki gajah.

Penyakit kaki gajah atau filarasis memang bukanlah penyakit yang mematikan. Namun penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang memalukan karena gejala yang ditunjukkan dari penyakit kaki gajah ini adalah pembesaran pada kaki misalnya yang terserang.

Biasanya mereka yang terserang penyakit kaki gajah ini akan dialami diusia anak-anak dan perlu waktu alam untuk berkembangnya penyakit ini. Biasanya seseorang yang terserang penyakit  kaki gajah atau filariasis ini akan menular jika seseorang digigit nyamuk yang sudah terinfeksi. Namun nyamuk yang sudah terinfeksi ini adalah nyamuk yang sudah mengandung larva yang stdiumnya adalah III (L3). Namuk ini mendapatkan cacing filarial yang kecil ata microfilaria saat menghisap darah si penderita yang sudah mengandung microfilaria atauu juga binatang yang reservoir yang mengandung mikrofilaaria juga.

Siklus dari terjadinya penularan penyakit kaki gajah atau filariasis ini bisa terjadi melalui dua tahap, yakni tahap perkembangan di dalam tubuh nyamuk atau vector dan juga tahap keduanya adalah perkembangan yang terjadi di dalam tuh manusia atauu hospes dan juga reservoir.

Cara Pencegahan Kaki Gajah

Cara pencegahan penularan bisa Anda lakukan juga dengan menghindari terjadinya gigitan nyamuk atau vector yang bisa menyebabkan penyakit ini muncul. Pencegahannya adalah dengan tidur dalam keadaan ventilasi rumah yang tertutup dengan kasa, penggunaan obat nyamuk, dan juga mengoleskan obat antinyamuk ke tubuh.

Penularan dari penyakit kaki gajah atau filariasis adalah lewat nyamuk yang menjadi vektor dengan craa mengisap darah seseorang setelah sesudah mengalami infeksi penularan yang terjadi sebelumnya. Kemudian darah yang mengalami infeksi dan juga mengandung larva dans etelah itu akan ditularkan pada orang lain lagi disaat nyamuk yang mengalami infeksi kemudian menggigit dan mengisap darah dari orang tersebut. Namun tidak seperti penyakit malaria dan penyakit demam berdarah, penyakit kaki gajah bisa ditularkan dari 23 jenis spesies nyamuk yang berasal dari genus Anopheles, Fulex, Mansonia, Aeedes & amp, Armigeres. Akibat hal inilah, penyakit kaki gajah atau penyakit malaria bisa menular dengan proses yang sangat cepat.

Gejala Penyakit Kaki Gajah

Gejala dari penyakit kaki gajah atau filariasis ini adalah biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, dimana dalam waktu yang lebih lama sekitar selama bertahun-tahun kemudian akan terasa perkembangan yang terjadi.

Gejala akut dari penyakit kaki gajah adalah :

  1. Demam yang terjadi secara berulang sekitar 3-5 hari, demam ini kemudian akan menghilang jika dibawa istirahat yang cukup dan akan muncul lagi jika si penderita melakukan aktivitas dengan berlebihan.
  2. Pembengkakan yang terjadi pada kelenjar getah bening tanpa adanya suatu luka, didaerah sekitar lipatan paha, ketiak dan juga nampak berwarna seperti kemerahan, panas, serta sakit.
  3. Radang pada saluran kelenjar getah bening yang rasanya seperti panas dan agak sakit yang kemudian akan menjalar dari arah pangkal kaki atau juga pada pangkal lengan menuju ke arah ujung atau arah retrogade lumphangitis.
  4. Filarial abses akibat dari seringnya penderita mengalami suatu pembengkakan pada kelenjar getah bening, kemudian akan bsia pecah dan setelah itu mengeluarkan nanah serta mengeluarkan darah.
  5. Pembesaran yang terjadi pada tungkai, lengan, payudara, dan buah zakar yang nampak berwarna kemerahan dan akan terasa panas.

Sedangkan gejala penyakit kaki gajah atau filariasis yang kronis yakni adalah suatu pembesaran yang terjadi secara menetap pada bagian tungkai, lengan, serta bagian buah dada, dan buah zakar.

Pemeriksaan Penyakit Kaki Gajah

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit kaki gajah bisa dideteksi lewat suatu pemeriksaan secara mikroskopis darah. Dan sampai saat ini hal tersebut masih bisa dirasakan sulit untuk dilakukan karena kandungan mifrofilaria yang biasanya hanya muncul dan timbul dan juga menampakkan dirinya dalam darah di saat malam hari dan selama beberapa jam seja. Selain itu lagi, berbagai dari metode pemeriksaan yang dilakukan untuk bisa melakukan diagnosa pada penyakit kaki gajah. Beberapa diantaranya adalah dengan melakukan sistem yang lebih dikenal kepada penjaringan membran. Metode dari konsentrasi Knott dan Teknik pengendapan. Pada metode pemeriksaan yang sudah lebih dekat ke arah diagnosa dan juga sudah diakui oleh WHO adalah dengan melakukan jalan suatu pemeriksaan sistem Tes kartu. Hal ini merupakan salah satu hal yang sangat sederhana dan juga sangat peka untuk bisa membantu mendeteksi terjadinya penyebaran pada parasit yakni adalah seperti larva. Caranya adalah dengan memgambil sample dari darah sistem tusukan jari droplets kapan saja, tidak hanya dilakukan di malam hari.

Penyakit Kaki Gajah Atau Filariasis

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kaki Gajah Filariasis

Penyakit kaki gajah filariasis adalah infeksi cacing nematode Wuchereria bancrofti yang mengalami perubahan siklus hidup (stadium seksual) dan menjadi dewasa di dalam kelenjar getah bening manusia sebagai pejamu definitive. Cacing betina akan memperoduksi microfilaria yang masuk ke dalam aliran darah perifer manusia pada malam hari (nocturnal periodicity) dengan konsentrasu tinggi pada jam antara 10.00- 2.00 pagi. Bentuk lain microfilaria dapat berada terus dalam aliran darah perifer manusida dalam konsetrasi tinggi pada siang hari (diurnal sub-periodicity). Penyakit ini endemis di daerah Pasifik Selatan temoat vector nyamuk mempunyai kebiasaan menggigit pada siang hari dan banyak berjangkit di daerah pedesaan dibandingkan didaerah perkotaan.

Penyakit Kaki Gajah Filariasis

Penyakit Kaki Gajah Filariasis

Penyakit Kaki Gajah

Bila penderita penyakit  kaki gajah filariasis ini digigit nyamuk dan nyamuk mengisap darahnya, maka microfilaria di dalam tubuh vector nyamuk akan mengalami multiplikasi dan nyamuk menjadi intermediate. Seandainya nyamuk infeksius ini menggigit orang lain,maka air liur nyamuk yang banyak mengandung microfilaria akan masuk ke dalam aliran darah tadi dan akan berubah menjadi cacing dewasa.

Pada saat mengisap darah manusia, air liur nyamuk yang mengandung plasmodium malaria dalam stadium gametosit masuik ke dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia, gamet betina dan jantan akan bersatu menghasilkan sprozoit dalam bentuk kista selama 8-10 hari. Nyamuk anopheles adalah pejamu definitive dan manusia adalah pejamu intermediate.  Pada orang yang sensitive, sporozoit akan masuk ke dalam sek hati atau hepatosit, berkembang menjadi skizon eksoeritrositik. Hepatosit akan pecah dan terjadi stadium aseksual (merozoit) di dalam darah biasanya selama 6-11  hari dan kemudian berubah menjadi gametosit setelah 3-14 hari, tergantung dari spesies parasit malaria.

Penyakit Malaria juga dapat ditularkan melalui transfuse darah donor dari orang yang infektif atau peralatan suntik yang bekas dipakai oleh orang yang infekstif. Pada penyakit demam berdarah dengue (DBD) tidak terjadi siklus perubahan hidup namun hanya terjadi multiplikasi virus DBD dalam tubuh nyamuk. Aedes  Aegypti sebagai penjamu intermediate atau karier untuk menularkan kepada orang lain.

Berdasarkan ketika siklus hidup diatas terdapat perbedaan dalam cara pencegahan penularan masing-masing penyakit tersebut kepada orang lain. Pada penyakit kaki gajah filariasis, pencegahan dilakukan dengan cara case finding dan pengobatan yang adekuat. Pada penyakit malaria, dilakukan tindakan profilaksis atau pemberian obat-obatan malaria terutama pada daerah endemis. Sedangkan pada penyakit demam berdarah dengue, dilakukan isolasi penderita selain usaha-usaha lain seperti pengendalian vector.

Pemutusan rantai penulran atau cara penularan arthropod –borne disease dapat dilakukan dengan mempelajari cara penularan penyakit yang ada, seperti penyakit kaki gajah atau filariasis melalui cara case finding yaitu mencari pencerita penyakit filariasis dan mengobatinya sampai sembuh, karena transmisi biologic yang terjadi berupa cyclo-developmental-parasit filarial berkembang biak dalam tubuh   manusia bukan dalam tubuh vector nyamuk culex. Sebaliknya pada penyakit malaria, karena transmisi biologic yang terjadi berupa nyamuk cyclo-propagative-parasit malaria berkembang biak dalam tubuh vector nyamuk anopeheles-pemutusan rantai penularan dilakukan dengan cara manipulasi lingkungan agar populasi nyamuk anopheles berkurang.

 Penanganan Penyakit Kaki Gajah

Tujuan utama yang dilakukan pada penanganan dan pengobatan penyakit kaki gajah filariasis adalah dengan membasmi dan membunuh parasit serta larva yang berkembang biak di dalam tubuh si penderita, sehingga tingkat dari penularan penyakit kaki gajah filariasis bisa dengan mudah ditekan dan juga potensinya bisa dikurangi. Penggunaan dari obat kaki gajah jenis Dietylkarbamasin atau DEC adalah salah satu jenis obat kaki gajah yang sangat baik dan sangat ampuh untuk jenis penyakit kaki gajah bancrofti atau juga malayu, yang sifatanya adalah makrofilarisidial dan jga mikrofilrasidial. Obat ini juga tergolong bisa membantu memberikan reaksi efek samping dari sistemik dan juga lokal yang sifatnya hanya sementara dan lebih mudah diatasi dengan pemberian obat asimptomatik. DEC tidak bisa dipakai untuk jenis khemoprofilaksis. Pada pengobatan penyakit kaki gajah berbeda dengan penyakit malaria dan juga demam berdarah. Pengobatan yang diberikan dengan cara oral sesudah makan malam, akan bisa diserap lebih cepat, untuk bisa mendapatkan konsentrasi puncak di dalam darah paling tidak selama 3 jam, dan kemudian diekskresikan lewat air kemih. DEC sebaiknya tidak dberikan untuk anak yang berusia dibawah 2 tahun, untuk ibu hamil dan menyusui dan juga untuk penderita sakit berat yang sedang dalam keadaan kondisi lemah. Namun untuk kasus penyakit kaki gajah dengan tingkatan yang lebih parah atau mengalami suatu pembesaran atau pembengkakan karena tidak bisa terdeteksi secara ini, selain pemberian dari jenis obat-obatan, maka dibutuhkan juga langkah tindakan operasi atau pembedahan.

Untuk penderita penyakit kaki gajah, sangat dituntut sekali untuk memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala penyakit kaki gajah. Hal ini untuk mendapatkan pemeriksaan secara dini dan mendapatkan penanganan lebih lanjut mengenai obat-obatan sehingga tidak akan menyebarkan penularan kepada orang lain lago. Untuk itulah sangat pentingnya suatu pemahaman mengenai penyakit kaki gajah filariasis pada penderita dan pada masyarakat sekitarnya. Pemberantasan dari nyamuk yang dilakukan pada masing-masing wilayah endemis sangat penting untuk dilakukan dalam membantu memutus rantai dari penularan jenis penyakit ini. Dengen menjaga kebersihan lingkungan dan memelihara kesehatan tubuh merupakan salah satu hal yang penting untuk bisa mencegah terjadinya suatu perkembangan pada nyamuk.

Penyakit Kaki Gajah Filariasis

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah – Filariasis atau yang biasa disebut dengan penyakit kaki gajah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, atau Brugia timori yang ditularkan memlaui gigitan nyamuk.

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah ini dimulai saat nyamuk menggigit dan menghisap darah orang yang mengandung mikrofilaria. Mikrofilaria tersebut masuk ke dalam paskan pembungkus tubuh nyamuk, kemudian menembus dinding lambung, dan bersarang di antara otot dada. Bentuk mikrofilaria menyerupai sosis yang disebut larva stadium I. Dalam waktu sekitar satu minggu, larva ini berganti kulit. Tubuh menjadi gemuk dan panjang yang disebut larva stadium II. Pada hari ke-10 dan seterusnya, larva berganti kulit untuk kedua kalinya sehingga tubuh menjadi panjang dan kurus. Ini adalah larva stadium III. Gerak larva stadium III ini sangat aktif sehingga larva mulai berpindah. Berawal dari rongga perut (abdomen) yang kemudian pindah ke kepala dan alat tusuk nyamuk.

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah

Mikrofilaria stadium III inilah yang merupakan bentuk infektif dan dapat masuk menembus kulit ke dalam tubuh manusia saat nyamuk menggigit seseorang. Dari tempat masuknya, mikrofilaria akan langsung menuju ke kelenjar limfa lokal di sekitar tempat masuknya. Di dalam pembuluh limfa inilah, sekitar kurang lebih sembilan bulan, larva mengalami dua kali pergantian kulit dan tubuh menjadi cacing dewasa yang disebut larva stadium IV dan larva stadium V.

Cacing filaria yang sudah dewasa berada di pembuluh limfa, sehingga menyumbat pembuluh limfa dan dapat menyebabkan penyumbatan aliran limfa (obstruksi). Yang sering terinfeksi itu biasanya kelenjar limfa di daerah lipat paha (selangkangan). Dan sumbatan aliran limfa dapat ditemukan di kedua atau salah satu kaki. Tapi dapat pula terjadi infeksi dan sumbatan pada kelenjar limfa di tempat lain, sehingga tak menutup kemungkinan di kedua tangan pun bisa terjadi.

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah ini merupakan penyakit menahun atau kronis. Cacing dewasa dapat bertahan sampai lebih dari 10 tahun dalam tubuh manusia, di mana pada saat itu mikrofilaria terus menerus terbentuk. Parasit filaria betina dapat menghasilkan lebih dari 10.000 mikrofilaria per hari yang masuk ke dalam pembuluh darah dan siap untuk dihisap oleh nyamuk seperti Aedes, Mansonia, Anopheles, dan Culex.

Gejala-Gejala Penyakit Kaki Gajah

Siapa pun bisa terkena penyakit kronis ini. Setelah terinfeksi mikrofilaria akibat gigitan nyamuk, terdapat tiga kondisi yang mungkin terjadi, yaitu :

  1. Tidak ada gejala (asimtomatik). Orang tidak merasa sakit. Tidak ada keluhan apa pun, tapi bisa menularkan mikrofilaria di tubuhnya ke tubuh orang lain.
  2. Jika terjadi gejala infeksi akut akibat peradangan. Jadi, ada demam mendadak, nyeri, bengkak, tanda peradangan pada kelenjar limfe.
  3. Bentuk infeksi kronis yang banyak ditemukan di masyarakat, yaitu adanya penyumbatan limfa yang dapat menyebabkan pembengkakan di daerah kaki, juga tangan (bila kelenjar limfe di daerah ketiak terkena, sehingga pada wanita dapat pula menyebabkan pembengkakan di payudara). Pada laki-laki, selain pada kaki, daerah genital juga dapat terkena, sehingga terjadi pembengkakan di daerah scrotum (zakar).

Tapi dari ketiga Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah tersebut, kondisi pertama paling berbahaya karena tidak memiliki gejala, sehingga orang yang terkena tidak mencari pengobatan, padahal saat itu proses penularan kepada orang lain yang sehat bisa terjadi.

Tanda atau awal dari penyakit kaki gajah bisa terjadi dengan tanda yang bervariasi, misalnya adalah dalam bentuk kencing berdarah dan juga adanya kandungan protein di dalam air seni dan mengalami kencing nanah di pagi hari. Bisa juga ditandai dengan masalah demam tinggi, peradangan pada kelenjar getah bening serta terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening yang sifatanya lokal dan peradangan pada pembuluh darah balik. Untuk pria, bisa terjadi peradangan pada buah zakar yang disebabkan karena penyakit kaki gajah jenis Filaria Wuchereria dan bancrofti. Gejala awal dari penyakit kaki gajah yang bisa saja muncul adalah dalam bentuk gejala demam tinggi, mengigil, nyeri sendi dan juga mengalami sakit kepala.

Pencegahan Kaki Gajah

Hingga saat ini pencegahan pada kasus penyakit kaki gajah disesuaikan dengan rekomendasi WHO, pada masyarakat yang dilakukan adalah dengan menggunakan obat kaki gajah jenis DEC atau Diethylcarbamazine dan juga golongan obat Albandazole yang digunakan secara masal, walaupun memang dari efek samping yang dihasilkan banyak. Pada kasus penyakit kaki gajah yang sifatnya masih ringan dan juga sudah terinfeksi, maka sebaiknya diberikan juga jenis obat antibiotik misalnya adalah golongan obat doxycyccline, serta untuk pencegahan dan juga obat obatan pada penyakit kaki gajah tidak bisa diberikan untuk orang dewasa yang usianya diatas 60 tahun, untuk enderita penyakit kencing manis, penderita penyakit jantung atau juga pada kasus asma Bronchiale kronis.

Efek samping yang dihasilkan dari obat tersebut adalah demam, menggigil, nyeri sendi, sakt kepala, muntah dan muak. Keberhasilan dari pengobatan menggunakan obat ini semuanya bergantung dari jumlah parasit yang ada di dalam darah dan juga seberapa sering menimbulkan suatu gejala hipersensitivitas akibat dari zat antigen yang kemudian dilepaskan dari sisa-sisa sel-sel cacing yang sudah mati. Rekasi dari hipersensitivitas juga bisa terjadi akibat dari peradangan lipoprotein liposakarida dari organisme intraseluler jenis penyakit kaki gajah.

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Siklus Perkembangan Kaki Gajah

Siklus Perkembangan Kaki Gajah – Filariasis limfatik atau lebih dikenal dengan nama penyakit kaki gajah, adalah penyakit yang menyakitkan. Sementara infeksi biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, manifestasi munculnya penyakit dapat terjadi di kemudian hari, menyebabkan cacat sementara atau permanen.

Penyakit Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah ini disebabkan oleh tiga spesies cacing nematoda yang berbentuk seperti benang, dikenal sebagai cacing filarial, yaitu :

  • Wuchereria bancroffi
  • Brugia malayi
  • Brugio timori

Cacing jantan dan betina bersama-sama membetuk “jaring” dalam sistem limfatik tubuh manusia, simpul jaringan yang mengatur keseimbangan cairan darah dan jaringan tubuh yang rumit. Sistem limfatik adalah komponen penting dari sistem imun tubuh.

Infeksi cacing filarial bisa menyebabkan berbagai manifestasi klinis, termasuk pembengkakan pada tungkai kaki, penyakit kelamin (hydrocele, chylocele dan pembengkakan pada buah zakar dan penis) dan berulangnya serangan akut, yang sangat menyakitkan dan disertai dengan demam.

Siklus Perkembangan Kaki Gajah

Siklus Perkembangan Kaki Gajah

Sebagian besar orang yang terinfeksi penyakit kaki gajah tidak mengalami gejala penyakit, tetapi sebenarnya mereka mengalami kerusakan limfatik subklinis dan sebanyak 40% dari mereka mengalami kerusakan sakit ginjal, dengan proteinuria dan haematuria.

Cacing filarial ditularkan dari nyamuk. Ketika nyamuk yang terinfeksi oleh sejumlah larva menggigit manusia, parasit yang ada akan menempel di kulit manusia, dimana parasit masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Larva-larva tersebut berpindah ke jaringan limfatik dan berkembang menjadi cacing dalam waktu 6 – 12 bulan, menyebabkan kerusakan dan pelebaran pembuluh limfatik.

Perkembangan Penyakit Kaki Gajah

Siklus Perkembangan Kaki Gajah dengan Filaria dewasa hidup selama beberapa tahun dalam  tubuh manusia. Selama masa itu, mereka memproduksi jutaan mikrofilaria yang belum dewasa dan beredar dalam aliran darah perifer dan ditelan oleh nyamuk yang menggigit manusia yang terinfeksi. Larva-larva tersebut selanjutnya berkembang di dalam tubuh nyamuk sebelum menjadi infeksi ke manusia. Demikianlah siklus transmisi terbentuk.

Tubuh manusia adalah rumah bagi Wuchereria bancroffi. Walaupun bibit tertentu dari Brugia malayi dapat juga menginfeksi beberapa spesies binatang (kucing dan monyet), siklus hidup Brugia malayi dalam tubuh binatang-binatang tersebut biasanya secara epidemiologi tetap berbeda daripada di dalam manusia.

Penularan Kaki Gajah

Perantara utama dari Wuchereria bancroffi adalah nyamuk genus Culex, Anopheles dan Aedes.

Perkembangan filariasis limfatik pada manusia biasanya diperoleh pada anak usia dini, penyakit ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk muncul. Memang, banyak orang tidak pernah mengalami manifestasi klinis dari infeksi mereka. Infeksi penyakit kaki gajah yang tidak terlihat seringkali mencirikan adanya ribuan atau jutaan larva parasit (mikrofilaria) di dalam darah dan cacing dewasa di dalam sistem limfatik.

Gejala akibat Siklus Perkembangan Kaki Gajah yang paling parah dari penyakit kronis biasanya muncul pada orang dewasa, dan lebih banyak pria dibandingkan wanita. Pada kebanyakan orang yang terkena wabah, sekitar 10 – 50% pria menderita kerusakan genital, terutama hydrocele (pembesaran kantung di sekitar testis yang berisi cairan) dan pembesaran bruto dari penis dan buah zakar. Pembesaran pada keseluruhan kaki atau tangan, kemaluan dan payudara dapat terjadi pada sampai 10% pria dan wanita dalam kelompok ini.

Siklus Perkembangan Kaki Gajah Tahap akut dapat terjadi sepert radang lokal di kulit, kelenjar getah bening dan jaringan limfatik dan sering disertai oleh pembengkakan kronis atau kaki gajah. Beberapa dari tahap ini disebabkan oleh respon imunitas tubuh terhadap parasit, namun kebanyakan adalah hasil dari infeksi bakteri pada kulit, terkait dengan kehilangan sebagian perlawanan normal tubuh sebagai hasil dari kerusakan jaringan limfatik. Pembersihan hati-hati pada area yang terluka akan sangat membantu dalam penyembuhan area yang terinfeksi dan dapat memperlambat, atau yang lebih hebat, menyembuhkan kerusakan yang telah terjadi.

Pada daerah yang terkena wabah, manifestasi kronis dan akut dari filariasis cenderung berkembang lebih sering dan lebih cepat pada pendatang baru daripada penduduk lokal. Pembengkakan dapat terjadi dalam waktu 6 bulan dan kaki gajah dapat terjadi dalam waktu 1 tahun setelah kedatangan.

Cara Mengobati Kaki Gajah

Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah seseorang telah terkena penyakit kaki gajah adalah dengan cara screening pemeriksaan darah lewat ujung jari. Penanganan lebih awal terhadap penyakit kaki gajah memiliki tujuan untuk membasmi larva atau parasit pada tubuh penderita sehingga tidak akan menular kepada orang lain. Dengan begitu, angka kecacatan akibat penyakit kaki gajah kronis bisa ditekan. Maka diperlukan pemberian obat cacing seperti albendazole, obat kaki gajah DEC, dan invermektin.

1. Pengobatan Masal

Pengobatan ini dilakukan di daerah endemis (mf rate > 1%) dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombilansikan dengan Albendazole sekali setahun selama 5 tahun berturut-turut. Untuk mencegah reaksi pengobatan seperti demam atau pusing dapat diberikan Pracetamol.

Pengobatan massal diikuti oleh seluruh penduduk yang berusia 2 tahun ke atas, yang ditunda selain usia ≤ 2 tahun, wanita hamil, ibu menyusui dan mereka yang menderita penyakit berat.

2. Pengobatan Selektif

Dilakukan kepada orang yang mengidap mikrofilaria serta anggota keluarga yang tinggal serumah dan berdekatan dengan penderita di daerah dengan hasil survey mikrofilaria < 1% (non endemis)

3. Pengobatan Individual (Penderita Kronis)

Semua kasus klinis diberikan obat DEC 100 mg, 3x sehari selama 10 hari sebagai pengobatan individual serta dilakukan perawatan terhadap bagian organ tubuh yang bengkak

Siklus Perkembangan Kaki Gajah

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah – Penyakit kaki gajah atau dalam istilah medis disebut elephantiasis. Penyakit ini merupakan salah satu di antara sejumlah penyakit yang tergolong satu spektrum penyakit yang disebut filariasis. Adapun filariasis tidak hanya menyerang manusia melainkan juga hewan. Filariasis disebabkan oleh cacing nematoda golongan filaria.

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Jenis Penyakit Kaki Gajah

Beberapa spesies filaria yang ternama di Indonesia adalah :

  • Wuchereria bancrofti
  • Brugia malayi
  • Brugia timori

Cacing Wuchereria bancrofti dapat menyebabkan penyakit kaki gajah karena sifatnya yang dapat mengganggu peredaran getah bening. Sedangkan Brugia malayi dan Brugia timori tidak.

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Berikut ini merupakan gejala dan Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah yang patut untuk diketahui:

  1. Penyakit kaki gajah tidak ditandai dengan Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah yang signifikan sehingga seseorang yang menderita penyakit kaki gajah tidak merasakan sakit dan tidak ada keluhan apapun. Penyakit kaki gajah bisa ditularkan kepada tubuh orang lain
  2. Jika peradangan terjadi dan menyebabkan gejala infeksi akut maka penderita akan mengalami demam mendadak, bengkak, nyeri dan peradangan pada kelenjar getah bening.
  3. Jika sudah terjadi infeksi kronis maka akan terjadi pembengkakan pada kaki dan tangan karena adanya penyumbatan limfa. Pada wanita bahkan bisa terjadi pembengkakan di daerah payudara ketika yang mengalami penyumbatan adalah kelenjar limfa di ketiak.

Sejak awal mula seseorang terinfeksi oleh penyakit cacing filaria penyebab penyakit kaki gajah hingga menimbulkan gejala yang ditandai dengan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, dan selain itu juga dibutuhkan waktu sampai 5-10 tahun sedangkan umur dari cacing itu sendiri paling lama adalah hanya 10 tahun saha. Namun orang yang sebenarnya suadah terserang penyakit kaki gajah biasanya mereka lupa memeriksa diri mereka karena mereka hanya merasakan tanda-tanda penyakit kaki gajah yang ringan, misalnya hanya seperti demam 3-5 hari saja. Kemudian dengan sendirinya demam ini akan hilang jika si penderita beristirahat dengan cukup namun biasanya akan muncul lagi jika ia melakukan aktivitas yang keras dan berlebihan.

Penularan Kaki Gajah

Penyebaran dari penyakit kaki gajah ini hingga saat ini masih tetap berlangsung. Dalam data WHO tercatat penyakit kaki gajah sebagai salah satu jenis penyakit yang menjadi penyebab nomor dua di dunia setelah penyakit kelainan mental. Oleh karena itulah, sebagai Badan Kesehatan Dunia, WHO mempunyai peran dalam memberantasa dan membinasakan penyakit ini. WHO menetapkan tenggang waktu sampai 2020 untuk bisa memberantas penyakit kaki gajah. Di negara kita sendiri, negara yang menyepakati suatu kesepakatan tadi dan bisa menetapkan suatu eliminasi filariasis penyakit kaki gajah sebagai salah satu program prioritas dalam memberantas penyakit menular di Indonesia.

Untuk bisa mencapai suatu tujuan tadi, maka perlu melakukan suatu pendekatan secara epidemiologik yang harus selalu dipahami hingga program ini bisa mencapai suatu kebershasilan, yang mencakup suatu pengetahuan mengenai penyebab dari penyakitnya, manusia yang beresiko mengalami penyakit, beberapa hewan, vektor, dan lingkungan juga yang sesuai dengan bertahannya suatu penyakit, rantai dari penularan serta situasi atau kondisi dari penyakit kaki gajah yang ada di negara kita.

Jika seseorang terinfeksi penyakit kaki gajah, maka biasanya akan ditemukan suatu tanda-tanda penyakit kaki gajah secara klinis, dan diagnosis ini biasanya dilakukan dengan cara melakukan suatu pemeriksaan darah jari yang dilakukan pada waktu jam 20.00 malam, karena siklus hidup dari cacing ini biasanya akan keluar di malam hari disaat pembuluh darah dan juga pembuluh darah kelenjar getah bening. Seseorang biasanya dinyatakan positif menderita penyakit kaki gajah di dalam darahnya ditemukan suatu mikrofilaria.

Pencegahan Penyakit Kaki Gajah

Virus penyebab penyakit kaki gajah ini adalah jenis nyamuk rumah, nyamul got, hutan, serta nyamuk rawa-rawa. Oleh sebab itulah, jika Anda ingin terhindar dari penyakit ini maka sangat diharapkan sekali kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan rumahnya. Jika bisa, pasanglah kelambu di tempat tidur Anda agar tidak tergigit oleh nyamuk.

Pencegahan penyakit kaki gajah yang bisa dilakukan adalah :

  1. Berusaha untuk menghindari diri dari serangan gigitan nyamuk penular
  2. Membersihkan tanaman air yang ada pada rawa-rawa yang merupakan salah satu tempat perindukan nyamuk, kemudian menimbun, mengeringkan serta mengalirkan air genangan tadi sebagai salah satu tempat untuk perindukan nyamuk.
  3. Membersihkan semak-semak yang ada di sekitar rumah.

Untuk penderita penyakit kaki gajah, maka sangat diharapkan selali kesadaran mereka dalam melakukan suatu pemeriksaan ke dokter dan bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut dengan pemberian obat kaki gajah sehingga tidak akan menyebabkan terjadinya suatu penularan pada masyarakat yang lain. Untuk itulah, sangat diperlukan pendidikan dan juga pengenalan pada penyakit untuk si penderita serta pada masyarakat sekitar.

Pemberantasan nyamuk merupakan salah satu langkah yang sangat penting untuk bisa memutus mata rantai dari terjadinya penularan penyakit kaki gajah. Selain itu, manfaatnya adalah untuk mencegah terjadinya penyakit demam berdarah dan juga penyakit malaria yang diakibatkan karena infeksi gigitan nyamuk. Dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu hal yang sangat penting untuk mencegah dari terjadinya perkembangan nyamuk.

Itulah informasi mengenai penyakit kaki gajah, tanda-tanda penyakit kaki gajah, dan cara pencegahan penyakit kaki gajah. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Tanda-Tanda Penyakit Kaki Gajah

Posted in Penyakit Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment